Senin, 25 Juni 2012

Potensi Bangsa


Membangkitkan Potensi Bangsa  Melalui Pemuda
Oleh
Dewi Alawiyah

Indonesia merupakan negara yang dirahmati Tuhan dengan potensi alam yang kaya. Kekayaan tanaman perkebunannya menempati urutan atas dari segi produksi di dunia seperti biji coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh, dan kayu. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil bahan tambang seperti gas alam, nikel,tembaga, bauksit, timah, batu bara, emas, dan perak. Wilayah perairannya mencapai 7,9 juta km2 yang menyediakan potensi alam yang sangat besar bahkan 25% dari jenis hewan laut di dunia ditemukan di Indonesia[1].Akan tetapi setelah hampir 67 tahun merdeka, Indonesia tetap menjadi negara berkembang yang belum sejahtera dan makmur. Penduduk indonesia yang tercatat sebagai warga miskin  sebanyak 31,2 juta jiwa setara dengan 13,33 persen[2]. Kemiskinan pun diperparah dengan utang luar negeri yang mencapai 221,60 miliar dollar AS[3].
Indonesia yang memiliki potensi sumber daya alam besar telah lama menjadi perhatian dunia sejak dulu. Belanda dan Jepang, bangsa yang dulu menjajah Indoensia melihat dan merasakan potensi tersebut. Namun, sekarang potensi tersebut belum digarap dengan baik, masih terkubur dalam tidur yang lama. Potensi yang ada belum dikembangkan dan dinikmati bangsa sendiri. Munawar Fuad Noeh penulis buku Awakening The Giant: Membangunkan Negeri Raksasa yang Tertidur menamakannya sebagai The Sleeping Giant.
Cara membangkitkan “The Sleeping Giant” agar potensi tersebut dapat dinikmati bangsa sendiri adalah dengan mengelolanya sendiri. Ya, mengolah sumber daya alam negara dengan 230 juta sumber daya manusia yang telah tersedia. Potensi sumber daya manusia telah ditunjukan melalui sejarah panjang Indonesia, melalui para pemuda yang menjadi ujung tombak perubahan sebuah zaman. Seperti yang diungkapkan Hasan Albana salah satu tokoh reformasi dunia Islam bahwa sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Para pemuda berkontribusi dalam kebangkitan nasional melalui Sumpah Pemuda, proklamasi kemerdekaan RI, lahirnya reformasi dan berbagai peristiwa bersejarah di tanah air lainnya.
 Para pemuda memiliki potensi yang luar biasa baik fisik maupun akal. Pemuda dapat menggarap sumber daya alam negara dengan kompetensi yang baik. Kompetensi yang muncul dengan adanya ilmu yang dilatih sesuai dengan pengalaman. Kompetensi yang bangkit melalui semangat pembelajan dengan usaha  memperluas cakrawala berpikir serta menjadi kesadaran bersama dalam menghadapi berbagai permasalahan bangsa
Untuk membangun kesadaran bersama sebagai pemuda pewaris bangsa, pelanjut estafet kepemimpinan, dan menjalankan masa depan diperlukan persiapan yang matang. Penanaman nilai relegius, moral, etika, nasionalisme, patriotisme seta nilai-nilai lainnya diperlukan untuk membentuk pemuda yang mempunyai cakrawala luas dan berprinsip. Sehingga terciptalah pemuda yang  secara proaktif  terjun dan berkontribusi dalam memajukan bangsa.  Pemuda yang berani mengorbankan waktu, tenaga, biaya dan pikiran, bahkan jiwa sekalipun untuk membangkitkan “The Giant Sleeping” menuju bangsa Indoensia yang sejahtera dan makmur.
                                                                                                           


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar